Thursday, May 17, 2012

Martabak Berkuah Rempah asal Negeri Bollywood

MALAM - Pusat kuliner Pagayurung ini hanya buka di malam hari. Posisinya persis di tengah kota Medan, tidak jauh dari Sun Plaza.

Martabak telur terbaik  di Medan, menurut saya hanya ada di Jalan Pagaruyung, Kampung Madras, tak jauh dari Kuil Shri Mariamman. Pusat kuliner ini tak jauh dari Sun Plaza, Jl Zainul Arifin. Gak nyampe lima menit jalan kaki!

Menurut cerita, pusat jajanan yang hanya buka saat matahari tenggelam ini (hiii kayak Dracula ya? Wkwkwk) sudah ada sejak era 1970-an. Para pedagangnya kebanyakan orang keturunan India. Dari cerita-cerita pula, para pedagang di tempat ini kebanyakan masih satu keluarga .

Lepas magrib (pukul 18.30-an), biasanya kesibukan di seruas jalan di belakang Kuil Shri Mariamman mulai berdenyut. Ada sekitar 30-an warung tenda yang bersiap melayani jelajah kuliner kita. Menunya beragam, mulai dari nasi goreng, sate kacang, sate padang, kwe tiau, roti cane, martabak india, nasi lemak, roti tisu, kerang rebus, hingga macam-macam jus segar.

Kalau sih, biasanya mampir ke tempat ini untuk beli martabak dan roti cane. Seperti awal cerita, martabak telur terbaik di Medan menurut saya adanya di tempat ini. Dari ujung ke ujung, semua martabak yang dijual di lokasi ini nikmat!

Gurihnya rempah adonan martabak dan lemaknya kuah kari kental, tak terlupakan. Sajian kuliner ala India ini disajikan di atas nampan piring aluminium, lengkap dengan irisan acar timun, bawang, dan cabai. Sangat India!!



DICOCOL KUAH KARI -  Martabak di Pagaruyung, Kampung Madras, Medan sangat nikmat dinikmati dengan dicocol langsung ke kuah kari yang kental. Yummy!

Martabak ini memang dimasak langsung oleh koki berdarah Negeri Bollywood. Aroma rempah yang meruap dari kuah kari bersantan itu sangat khas dan tajam. Bikin nagih, makan sekali rasanya nggak nendang.

 
CANE - Roti cane atau di kota lain biasa disebut roti Maryam. Bisa dimakan dengan gula pasir atau ditemani kuah kari.

Menu lain yang tak kalah asyik untuk dinikmati adalah roti cane. Rasa kue dari campuran tepung berbentuk abstrak ini sebetulnya  hambar. Untuk menikmatinya roti cane, kita harus  mencocol  pakai gula atau kuah kari. Konon, Adam Malik, Wakil Presiden Indonesia di awal 1980-an termasuk penggila Roti Cane. Tapi Bung Kecil itu demennya ama roti cane di Pematang Siantar, kota tempat lahir dan besarnya.

Sensasi paling menyenangkan saat memesan roti cane adalah melihat pembuatannya. Adonan tepung disiram di atas loyang pemanas bak martabak. Setelah dibolak-balik hingga matang, adonan bulat pipih yang cantik ini dilipat, lantas dicacah dan rusak dengan sodet. Bagian perusakan ini favorit saya. Alhasil serupa kue pie yang nyaris hancur ini ditaburi gula. Siap dinikmati. Gimana? Pengen nyoba? Datang segera ke Medan Bung! (*)



SEDERHANA - Pusat kuliner Pagaruyung sudah ada sejak era 1970-an. Meski legend, tapi kondisinya masih sederhana, tidak ada warung permanen dan semua sistem knock down. Mungkin ini pula faktor yang bikin harga makanan di tempat ini masih terjangkau. Padahal jika ditata dengan serius, lokasi ini bisa lebih yahud.


Plus
- Banyak menu makanan khas India yang masih bercitarasa asli Negeri Gangga
- Harga-harganya tergolong terjangkau
- Pedagang ramah, dan mau menjelaskan menu-menu yang mungkin asing di telinga
- Kebanyakan makanan halal karena dimasak oleh India muslim




Minus

- Banyak pengamen dan pengemis yang datang silih berganti
- Toilet terbatas dan agak jauh di ujung jalan
- Banyak nyamuk di kolong meja. Barangkali karena lokasi jualan yang dekat parit dan gelap

2 comments:

  1. makasih informasi dan inspirasinya Tukang Perabot Medan kalau ada kebutuhan nanti saya akan kesini, sukses selalu

    ReplyDelete
  2. Ayo bosku Semuanya,
    Yuk iseng bermain game untuk mendapatkan uang tambahan setiap harinya Hanya di arena-domino.net
    Modal Kecil Dapat Puluhan Juta ^^
    Bareng saya dan teman-temanku yang cantik-cantik loh !
    Info Situs www.arena-domino.net
    yukk di add WA : +855964967353

    ReplyDelete