Thursday, January 19, 2012

Kamis Siang di Coffee Cangkir

Sejujurnya, tidak ada yang begitu istimewa di ramuan Chocolate Cream dan Rum Latte yang kami cicipi di siang yang dingin itu. Minuman cokelat dingin itu tidak begitu jauh rasanya dari cokelat di kafe dekat kampus USU atau restoran donat favorit kami di Jalan Gajah Mada. Rum di latte ini pun kurang nendang. Terlalu banyak es dan gula. Mungkin lebih baik memilih yang hangat.

Yang berbeda adalah dekorasi kafe di rumah tua bernama Coffee Cangkir ini. Rumah yang dulu selalu kulalui sepulang kerja itu biasanya kelam dan kusam dimakan zaman. Kini dia berubah menjadi rumah antik yang hidup bernafas dari halaman besar ditumbuhi rerumputan dan berhiaskan air mancur mini di depannya.

Tak begitu jelas ada berapa ruangan di dalam rumah, yang pasti hampir setiap bilik diisi kursi dan meja untuk tamu kafe. Begitu juga dengan halamannya di luar. Di hari yang cerah, nikmat juga duduk di meja luar di bawah naungan payung besar. Riuh rendah kendaraan tak begitu mengganggu, karena kafe yang terletak di Jalan DI Panjaitan ini memang agak jauh dari jalan raya.

Berbeda dari cabang utamanya di Jalan Dr Mansyur, Coffee Cangkir DI Panjaitan memang dirancang untuk pengunjung dewasa, mulai dari profesional muda, aktivis NGO, pebisnis, mahasiswa tingkat akhir, pegawai kantoran golongan menengah ke atas, dan sisanya pekerja media massa.

No comments:

Post a Comment